Bangka Belitung
Waktubabel.com – Menindaklanjuti permohonan yang disampaikan oleh masyarakat nelayan Desa Baturusa, Yayasan Lembaga Solidaritas Anak Bangsa Cinta Damai Indonesia (YLSABCDI) menggelar pertemuan dengan instansi terkait, yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfotik) Kabupaten Bangka. Pertemuan ini bertujuan menyampaikan keluhan dan aspirasi yang berkembang langsung di lapangan.(jumat, 12/07/2026)
Dalam kesempatan tersebut, Pembina YLSABCDI, Eko Nurdiansyah, menjelaskan kondisi yang dikeluhkan warga. “Keberadaan kabel yang melintang dan menggantung rendah di atas aliran Sungai Baturusa, tepatnya di kawasan Jembatan Baturusa, telah menimbulkan kendala bagi para nelayan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran aktivitas melaut dan mobilitas perahu, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Nelayan khawatir kabel tersebut dapat tersangkut pada badan perahu maupun peralatan tangkap ikan, yang berisiko menyebabkan kecelakaan saat melintasi jalur sungai tersebut,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi yang disampaikan, Mamad dari bidang Egov Vir Dinas Kominfotik Kabupaten Bangka memberikan tanggapan positif. “Kami menyambut baik masukan dari masyarakat. Pihak Kominfo berjanji akan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Baturusa dan pihak terkait lainnya agar permasalahan ini segera dicarikan solusi yang tepat,” tegasnya.
Pihak Dinas Kominfotik menegaskan bahwa aspirasi masyarakat, terutama yang menyangkut aspek keselamatan nelayan, akan segera ditindaklanjuti. Segala upaya penyelesaian akan dilakukan secepatnya agar aliran sungai dapat kembali aman dilalui dan aktivitas ekonomi para nelayan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Sementara itu, YLSABCDI berharap instansi terkait dapat bertindak cepat dan tanggap dalam menyelesaikan persoalan ini. Penyelesaian yang tepat dan menyeluruh diharapkan dapat memberikan kepastian, kenyamanan, serta rasa aman bagi para nelayan yang setiap hari mengandalkan aliran Sungai Baturusa sebagai jalur utama dalam menjalankan mata pencaharian mereka.(RP)


