PANGKALPINANG, WAKTU BABEL — Di tengah keterbatasan ekonomi, harapan untuk mendapatkan pengobatan yang layak menjadi perjuangan tersendiri bagi sebagian masyarakat. Kepedulian terhadap kondisi tersebut ditunjukkan Yayasan Lembaga Solidaritas Anak Bangsa Cinta Damai Indonesia (YLSABCDI) bersama Dewan Pimpinan Wilayah Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (DPW SWI) Bangka Belitung dengan mendampingi seorang warga di wilayah Air Itam, Pangkalpinang, yang tengah berupaya mendapatkan penanganan medis untuk kondisi matanya.
Pendampingan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan bantuan dalam mengakses pelayanan kesehatan, khususnya untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan memperjuangkan kesempatan mendapatkan operasi mata sesuai dengan indikasi serta rekomendasi dokter.
Bagi warga yang menghadapi keterbatasan ekonomi, proses mendapatkan pelayanan medis terkadang bukan perkara mudah. Selain biaya, informasi mengenai prosedur pelayanan kesehatan dan proses rujukan juga dapat menjadi tantangan tersendiri.
Melihat kondisi tersebut, tim YLSABCDI dan DPW SWI Babel berupaya membantu memfasilitasi serta mendampingi proses pengajuan rujukan ke rumah sakit. Langkah ini diharapkan dapat membuka akses bagi pasien untuk memperoleh pemeriksaan menyeluruh dan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan medisnya.
Ketua DPW SWI Babel, Restu Palgunadi, menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Bagi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan, akses terhadap pengobatan yang layak sering kali menjadi tantangan berat. Tidak seharusnya seseorang kehilangan harapan hanya karena keterbatasan biaya maupun informasi. Kami berupaya hadir untuk mendampingi dan membantu membuka jalan agar yang bersangkutan mendapatkan pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina YLSABCDI, Eko Nurdiansyah, menyampaikan bahwa pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
“Setiap warga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. Kami berharap upaya ini dapat membantu mempermudah proses pengobatan dan memberikan semangat kepada saudara kita di Air Itam agar tetap memiliki harapan,” ungkapnya.
YLSABCDI dan DPW SWI Babel berharap proses pengajuan rujukan dapat berjalan lancar sehingga pasien memperoleh pemeriksaan lanjutan dan penanganan medis berdasarkan hasil evaluasi dokter. Dukungan dari pihak terkait juga diharapkan dapat membantu kelancaran proses tersebut.
Bagi kedua lembaga, kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui bantuan materi dalam jumlah besar. Kehadiran, pendampingan, serta kemauan untuk membantu masyarakat menghadapi kesulitan merupakan bagian penting dari solidaritas sosial.
Melalui langkah ini, YLSABCDI dan DPW SWI Babel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi warga yang membutuhkan akses terhadap pelayanan kesehatan.
Sebab, di balik keterbatasan, selalu ada harapan. Dan melalui kepedulian bersama, harapan itu dapat terus diperjuangkan.(Red-WB)



